Update: Kamis, 20 Agustus 2026

WOWS

PT. Ginting Jaya Energi Tbk.

Rp 65
+14.04%
Volume
1.157.524 lot
MA 5
60
MA 20
60
RSI
66.67
High
65
Low
57
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.82%
Support (10d)
56
Resistance (10d)
65
Volume Trend (10d)
+46.8%
Score
100
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
12.07 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.7)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.993 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WOWS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.82%. Area support terdekat berada di sekitar Rp56, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp65.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 65 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 75 - 81 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 62 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham

Tahun 2022 hingga 2024 menjadi periode yang tidak terlupakan bagi investor saham global dan domestik. Bank sentral di berbagai negara menaikkan suku bunga acuan secara dramatis untuk memerangi inflasi. Di Indonesia, BI Rate naik dari level historis rendah 3,5% ke kisaran 6%. Akibatnya? Banyak perusahaan yang sebelumnya nyaman dengan utang berbunga rendah, tiba-tiba menghadapi lonjakan beban bunga yang menggerus laba bersih. Fenomena ini mengajarkan satu pelajaran penting: tidak semua saham bereaksi sama terhadap perubahan suku bunga. Perusahaan dengan utang besar dan sensitivitas tinggi akan babak belur, sementara perusahaan tanpa utang hampir tidak terdampak. Artikel ini akan membahas bagaimana menganalisis sensitivitas beban keuangan perusahaan terhadap perubahan suku bunga, langkah-langkah perhitungan, indikator kunci yang harus dipantau, serta strategi investasi di berbagai siklus suku bunga. Mengapa Suku Bunga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  2. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  3. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  4. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  5. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  6. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  7. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  8. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  9. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  10. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

TradingView Chart - WOWS