Update: Kamis, 20 Agustus 2026

BSDE

PT. Bumi Serpong Damai Tbk.

Rp 645
-0.77%
Volume
249.401 lot
MA 5
617
MA 20
590
RSI
69.70
High
665
Low
640
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.69%
Support (10d)
580
Resistance (10d)
705
Volume Trend (10d)
+126.2%
Score
75
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
17.27 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (69.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -61.041 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BSDE saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 69.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp580, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp705.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 645 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 742 - 806 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 613 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud

Seorang investor menemukan dua perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang sama persis: Rp10 triliun. Namun ketika ia mengamati neraca, ia terkejut. Perusahaan A memiliki aset bersih berwujud (net tangible assets) sebesar Rp8 triliun. Perusahaan B hanya memiliki Rp2 triliun. Artinya, premi yang dibayar pasar di atas aset berwujud untuk Perusahaan A adalah Rp2 triliun, sementara untuk Perusahaan B mencapai Rp8 triliun. Apakah Perusahaan B terlalu mahal? Atau justru Perusahaan A terlalu murah? Jawabannya bergantung pada apa yang membentuk selisih tersebut—biasanya aset tak berwujud (intangible assets) seperti merek, teknologi, basis pelanggan, atau keunggulan kompetitif lainnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Equity Value to Net Tangible Assets, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta mengapa rasio ini menjadi salah satu ukuran terbaik untuk menilai "premium" yang bersedia dibayar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  2. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  3. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  4. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  5. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  6. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  7. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  8. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  9. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  10. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?

TradingView Chart - BSDE