Update: Senin, 5 Oktober 2026

BUAH

PT. Segar Kumala Indonesia Tbk.

Rp 484
0.00%
Volume
4.705 lot
MA 5
483
MA 20
491
RSI
33.33
High
486
Low
474
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.44%
Support (10d)
468
Resistance (10d)
498
Volume Trend (10d)
+12.5%
Score
60
Win Rate (30d)
13.33 %
P/L (30d)
-5.10 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 189 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BUAH saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.44%. Area support terdekat berada di sekitar Rp468, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp498.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 494 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 532 - 557 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 450 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham

Ketika investor menganalisis laporan keuangan, perhatian sering tertuju pada laba bersih, pendapatan, atau rasio-rasio populer seperti PER dan ROE. Namun ada satu indikator yang sering diabaikan, padahal menjadi detak jantung kesehatan keuangan sebuah perusahaan: Modal Kerja dan perubahannya dari waktu ke waktu. Modal kerja (working capital) adalah selisih antara aset lancar dan liabilitas lancar. Ia menggambarkan berapa banyak "cairan" yang tersedia untuk menjalankan operasi sehari-hari. Sementara itu, perubahan modal kerja (changes in working capital) menunjukkan apakah perusahaan semakin likuid atau justru semakin tercekik dari tahun ke tahun. Artikel ini akan membahas secara mendalam rasio-rasio yang berkaitan dengan perubahan modal kerja, bagaimana menginterpretasikannya, serta mengapa hal ini sangat menentukan kualitas laba dan kelangsungan bisnis sebuah emiten. Apa Itu Modal Kerja dan Mengapa Perubahannya Penting? Modal kerja...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  2. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  3. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  4. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  5. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  6. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  7. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  8. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  9. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  10. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam

TradingView Chart - BUAH