Update: Kamis, 8 Oktober 2026

GRIA

PT. Ingria Pratama Capitalindo Tbk.

Rp 154
-1.28%
Volume
21.418 lot
MA 5
158
MA 20
165
RSI
38.89
High
158
Low
151
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.35%
Support (10d)
139
Resistance (10d)
182
Volume Trend (10d)
-68.0%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-14.44 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (38.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 596 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GRIA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.35%. Area support terdekat berada di sekitar Rp139, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp182.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 132 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick dua hari sering menjadi favorit trader karena kesederhanaannya. Namun, tidak semua pola dua hari memiliki kekuatan sinyal yang sama. Salah satu pola yang tergolong "lembut" dan membutuhkan konfirmasi ekstra adalah In-Neck Line. Pola ini sering dianggap sebagai "adik" dari On-Neck Line dan Piercing Line. Meskipun termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), sinyal yang dihasilkan In-Neck Line tidak sekuat kedua saudaranya. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan konfirmasi tambahan, pola ini tetap dapat dimanfaatkan untuk membaca peluang trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola In-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, perbedaannya dengan pola serupa, serta cara memanfaatkannya dengan bijak. Apa Itu Pola In-Neck Line? In-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  2. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  3. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  4. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  5. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  6. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  7. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  8. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  9. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  10. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!

TradingView Chart - GRIA