Update: Jumat, 22 Mei 2026

GRIA

PT. Ingria Pratama Capitalindo Tbk.

Rp 116
0.00%
Volume
5.663 lot
MA 5
117
MA 20
108
RSI
67.44
High
118
Low
116

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.14%
Support (10d)
100
Resistance (10d)
145
Volume Trend (10d)
+1,705.2%
Score
50
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
19.59 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (67.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -380 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GRIA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 67.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp100, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp145.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 100, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan

Dalam dunia keuangan dan investasi saham, Anda pasti sering mendengar istilah EBITDA. Hampir setiap laporan tahunan perusahaan, presentasi manajemen, dan riset analis keuangan mencantumkan metrik ini. EBITDA dipuja sebagai indikator profitabilitas operasional yang "lebih murni" dibandingkan laba bersih. Namun di balik popularitasnya, EBITDA juga menyimpan bahaya besar jika digunakan secara membabi buta. Banyak investor yang terjebak karena terlalu percaya pada EBITDA tanpa memahami kelemahan mendasarnya. Artikel ini akan membahas secara jujur tentang EBITDA: apa itu, bagaimana menghitungnya, mengapa ia berguna, tetapi yang lebih penting – mengapa ia juga bisa sangat menyesatkan. Apa Itu EBITDA? EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization. Dalam bahasa Indonesia: Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi. Dengan kata lain, EBITDA adalah laba operasional perusahaan sebelum dipotong:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  2. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  3. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  4. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  5. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  6. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  7. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  8. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  9. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  10. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna

TradingView Chart - GRIA