Update: Senin, 5 Oktober 2026

GRIA

PT. Ingria Pratama Capitalindo Tbk.

Rp 160
-0.62%
Volume
22.508 lot
MA 5
158
MA 20
167
RSI
44.44
High
161
Low
152
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.49%
Support (10d)
139
Resistance (10d)
195
Volume Trend (10d)
-3.8%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-28.57 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -402 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GRIA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.49%. Area support terdekat berada di sekitar Rp139, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp195.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 132 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi

Dalam analisis teknikal, terdapat sebuah fenomena yang dikenal oleh para trader berpengalaman: sebelum pergerakan harga yang besar, seringkali terjadi periode ketenangan. Harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit, volume menurun, dan pasar tampak "tertidur". Fenomena ini dikenal sebagai The Compression Pattern (atau sering disebut Volatility Squeeze atau Coil Pattern). Compression Pattern adalah kondisi di mana rentang harga (high-low) terus menyempit dari waktu ke waktu, menciptakan pola segitiga yang meruncing. Pasar seperti pegas yang ditekan—semakin kuat tekanan, semakin eksplosif pelepasan energinya. Ketika kompresi mencapai titik puncaknya, harga akan "meledak" keluar dalam suatu pergerakan besar yang disebut ekspansi (expansion). Bagi trader yang memahami pola ini, compression adalah periode persiapan—bukan untuk entry, melainkan untuk bersiap menangkap breakout ketika harga akhirnya bergerak. Karakteristik Compression Pattern Compression Pattern adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  2. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  3. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  4. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  5. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  6. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  7. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  8. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  9. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  10. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam

TradingView Chart - GRIA