Update: Senin, 6 Juli 2026

JSMR

PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.

Rp 2.760
+0.73%
Volume
18.550 lot
MA 5
2.710
MA 20
2.747
RSI
53.47
High
2.780
Low
2.730
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.71%
Support (10d)
2.600
Resistance (10d)
3.170
Volume Trend (10d)
+38.9%
Score
40
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-7.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -16.999 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JSMR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.71%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.600, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.170.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 2.600, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted

Seorang investor menemukan sebuah saham dengan PER (Price to Earnings Ratio) 25x. Ia bertanya: "Mahal atau murah?" Temannya menjawab: "Tergantung pertumbuhan labanya. Kalau laba tumbuh 25% per tahun, PER 25x adalah wajar. Kalau hanya tumbuh 5%, itu mahal." Inilah inti dari rasio PEG (P/E to Growth) yang populer. Namun rasio PEG standar memiliki banyak kelemahan. Artikel ini akan membahas PEG Adjusted—versi yang lebih canggih dan akurat untuk menilai kewajaran harga saham berdasarkan pertumbuhan laba, dengan mempertimbangkan kualitas pertumbuhan, risiko, dan faktor-faktor lain yang sering diabaikan. Apa Itu Rasio PEG (P/E to Growth)? Rasio PEG adalah pengembangan dari PER yang memasukkan faktor pertumbuhan laba. Rumus dasarnya: PEG = PER / Laju Pertumbuhan Laba per Saham (EPS) Tahunan Interpretasi standar: PEG = 1 → Harga wajar (PER...

Artikel menarik lainnya:

  1. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  2. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  3. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  4. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  5. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  6. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  7. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  8. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  9. PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang
  10. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem

TradingView Chart - JSMR