Update: Rabu, 10 Juni 2026

JSMR

PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.

Rp 2.720
-1.09%
Volume
167.500 lot
MA 5
2.782
MA 20
2.935
RSI
33.80
High
2.850
Low
2.690
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.39%
Support (10d)
2.640
Resistance (10d)
3.060
Volume Trend (10d)
+64.3%
Score
50
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-16.82 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (33.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 434 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JSMR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.640, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.060.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 2.640, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda

Di permukaan, day trader dan investor jangka panjang melakukan hal yang sama: membeli dan menjual saham. Tapi di balik layar, dua profesi ini beroperasi di dunia psikologis yang sangat berbeda. Day trader membuka dan menutup posisi dalam hitungan menit hingga jam. Investor jangka panjang menahan posisi dalam hitungan bulan hingga tahun. Perbedaan horizon waktu ini bukan sekadar preferensi teknis. Ia membentuk karakter psikologis yang sangat berbeda. Apa yang membuat seorang day trader sukses belum tentu membuat investor sukses. Sebaliknya, kebiasaan seorang investor yang baik bisa menjadi bencana bagi seorang day trader. Artikel ini akan mengupas perbedaan fundamental psikologi antara day trader dan investor jangka panjang. Bukan untuk mengatakan mana yang lebih baik, tetapi untuk membantu Anda menemukan mana yang lebih cocok dengan kepribadian Anda. Day...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  2. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  3. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  4. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  5. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  6. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  7. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  8. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan
  9. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  10. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga

TradingView Chart - JSMR