Update: Senin, 12 Oktober 2026

JTPE

PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

Rp 575
-0.86%
Volume
43.923 lot
MA 5
581
MA 20
587
RSI
35.71
High
585
Low
570
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.92%
Support (10d)
570
Resistance (10d)
590
Volume Trend (10d)
-21.8%
Score
25
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-5.74 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (35.7)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -492 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JTPE saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp570, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp590.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 542 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil

Ada sebuah fenomena aneh yang dialami banyak investor. Di pagi hari, saat pasar baru buka, mereka merasa jernih dan percaya diri. Analisis terasa tajam. Keputusan terasa tepat. Tapi menjelang siang, atau setelah melakukan lima atau enam kali transaksi, semuanya berubah. Grafik yang tadinya jelas kini terlihat membingungkan. Keputusan terasa terburu-buru. Dan sering kali, kesalahan terbesar terjadi di jam-jam terakhir sesi perdagangan. Ini bukan kebetulan. Ini adalah kelelahan keputusan atau decision fatigue—penurunan kualitas keputusan setelah seseorang membuat terlalu banyak keputusan dalam rentang waktu tertentu. Artikel ini akan membahas bagaimana decision fatigue bekerja dalam konteks saham, mengapa ini sangat berbahaya bagi investor ritel, dan yang terpenting, bagaimana cara mengelolanya agar Anda tidak menjadi korban dari kelelahan yang tidak disadari. 1. Apa Itu Decision Fatigue? Memahami Baterai Mental...

Artikel menarik lainnya:

  1. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  2. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  3. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  4. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  5. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  6. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  7. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  8. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  9. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  10. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya

TradingView Chart - JTPE