Update: Jumat, 10 Juli 2026

CNKO

PT. Exploitasi Energi Indonesia Tbk.

Rp 37
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
37
MA 20
38
RSI
37.50
High
-
Low
-
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.74%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
37
Volume Trend (10d)
-92.1%
Score
20
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-15.91 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari RSI sebagai indikator momentum, kini saatnya mengenal indikator momentum lain yang sangat populer dan sering digunakan bersama RSI, yaitu Stochastic Oscillator. Stochastic dikembangkan oleh George Lane pada akhir tahun 1950-an. Berbeda dengan RSI yang membandingkan kenaikan dan penurunan harga, Stochastic mengukur posisi harga penutupan (close) relatif terhadap rentang harga (high-low) dalam periode tertentu. Konsep dasarnya: dalam tren naik, harga cenderung menutup di dekat titik tertinggi; dalam tren turun, harga cenderung menutup di dekat titik terendah. Stochastic memiliki tiga varian utama – Fast Stochastic, Slow Stochastic, dan Full Stochastic – serta pola paling penting yaitu crossover %K dan %D. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Stochastic Oscillator, mulai dari cara perhitungan, perbedaan ketiga varian, interpretasi dasar (overbought/oversold), pola...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  2. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  3. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  4. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  5. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  6. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  7. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  8. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  9. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  10. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula

TradingView Chart - CNKO