Update: Jumat, 22 Mei 2026

CNKO

PT. Exploitasi Energi Indonesia Tbk.

Rp 44
+2.33%
Volume
138.245 lot
MA 5
45
MA 20
52
RSI
28.57
High
44
Low
43

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.35%
Support (10d)
42
Resistance (10d)
54
Volume Trend (10d)
-2.2%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-25.42 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.6) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -75 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CNKO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.35%. Area support terdekat berada di sekitar Rp42, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp54.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 40 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan

Dua orang investor membeli saham yang sama di harga yang sama: Rp10.000. Investor A memasang stop loss di Rp9.500 (turun 5%) dan take profit di Rp12.000 (naik 20%). Ketika harga turun ke Rp9.500, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ia masih punya modal untuk transaksi lain. Investor B tidak memasang stop loss. Ia berharap harga akan naik kembali. Harga terus turun ke Rp7.000. Ia panik, tidak tahu harus apa. Akhirnya ia menjual di harga terendah, rugi besar. Sementara itu, investor C juga membeli di Rp10.000. Ia memasang stop loss di Rp9.500 dan take profit di Rp10.500 (naik 5%). Harga naik ke Rp10.500, ia ambil untung. Namun harga terus naik hingga Rp13.000. Ia menyesal karena menjual terlalu cepat. Apa yang membedakan ketiganya? Investor A memiliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  2. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  3. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  4. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  5. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  6. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  7. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  8. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  9. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  10. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham

TradingView Chart - CNKO