Update: Senin, 6 Juli 2026

SKBM

PT. Sekar Bumi Tbk.

Rp 535
+24.42%
Volume
9.904 lot
MA 5
450
MA 20
501
RSI
51.02
High
535
Low
436
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.90%
Support (10d)
412
Resistance (10d)
535
Volume Trend (10d)
-0.6%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-9.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -83 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SKBM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp412, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp535.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 535 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 589, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 412 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan

Dalam dunia keuangan dan investasi saham, Anda pasti sering mendengar istilah EBITDA. Hampir setiap laporan tahunan perusahaan, presentasi manajemen, dan riset analis keuangan mencantumkan metrik ini. EBITDA dipuja sebagai indikator profitabilitas operasional yang "lebih murni" dibandingkan laba bersih. Namun di balik popularitasnya, EBITDA juga menyimpan bahaya besar jika digunakan secara membabi buta. Banyak investor yang terjebak karena terlalu percaya pada EBITDA tanpa memahami kelemahan mendasarnya. Artikel ini akan membahas secara jujur tentang EBITDA: apa itu, bagaimana menghitungnya, mengapa ia berguna, tetapi yang lebih penting – mengapa ia juga bisa sangat menyesatkan. Apa Itu EBITDA? EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization. Dalam bahasa Indonesia: Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi. Dengan kata lain, EBITDA adalah laba operasional perusahaan sebelum dipotong:...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  2. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  3. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  4. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  5. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  6. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  7. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  8. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  9. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  10. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri

TradingView Chart - SKBM