Update: Senin, 5 Oktober 2026

MARK

PT. Mark Dynamics Indonesia Tbk.

Rp 1.200
+3.90%
Volume
194.652 lot
MA 5
1.179
MA 20
1.154
RSI
56.34
High
1.200
Low
1.150
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.62%
Support (10d)
1.110
Resistance (10d)
1.210
Volume Trend (10d)
-3.3%
Score
100
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
9.59 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.827 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MARK saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.110, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.210.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.200 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.380 - 1.500 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.140 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun

Anda membeli saham di harga 1.000 rupiah. Sekarang harganya 600 rupiah. Anda sudah rugi 40 persen. Logika berkata: "Saya harus mengevaluasi apakah saham ini masih bagus. Jika fundamentalnya rusak, lebih baik jual. Jika masih bagus, bisa tahan atau bahkan tambah." Tapi suara lain di kepala Anda berkata: "Saya sudah rugi 40 persen. Tidak mungkin saya jual sekarang. Saya tunggu sampai kembali ke 1.000, baru saya jual. Saya tidak mau rugi." Suara kedua itu adalah sunk cost fallacy—kekeliruan berpikir di mana Anda membiarkan biaya yang sudah tidak dapat kembali (sunk cost) mempengaruhi keputusan Anda saat ini dan di masa depan. Dalam bahasa sederhana: Anda menahan saham yang seharusnya dijual hanya karena Anda sudah terlanjur rugi besar. Ini adalah salah satu jebakan psikologis paling merusak dalam investasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  4. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten
  5. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  6. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  7. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  8. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  9. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  10. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham

TradingView Chart - MARK