Update: Senin, 5 Oktober 2026

DAYA

PT. Duta Intidaya Tbk.

Rp 1.100
0.00%
Volume
266 lot
MA 5
1.093
MA 20
1.091
RSI
58.06
High
1.130
Low
1.050
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.73%
Support (10d)
1.045
Resistance (10d)
1.215
Volume Trend (10d)
+201.7%
Score
100
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
2.80 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DAYA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.73%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.045, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.215.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.100 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.265 - 1.375 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.045 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?

Dalam dunia investasi saham, Anda pasti pernah mendengar istilah average down dan average up. Kedua strategi ini berkaitan dengan cara menambah posisi (membeli lebih banyak) saham yang sudah Anda miliki, baik saat harga turun maupun saat harga naik. Namun, banyak investor pemula yang keliru menerapkan strategi ini. Ada yang terus average down pada saham yang sedang jatuh tanpa batas, yang ujung-ujungnya malah memperbesar kerugian. Ada pula yang ragu melakukan average up karena takut dianggap "beli mahal", padahal sahamnya sedang dalam tren naik yang kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang average down dan average up: definisi, cara kerja, kelebihan dan risiko, serta panduan kapan strategi ini tepat dilakukan. Apa Itu Average Down? Average down adalah strategi membeli lebih banyak saham yang sudah Anda miliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  2. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  3. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  4. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  5. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  6. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  7. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  8. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  9. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  10. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)

TradingView Chart - DAYA