Update: Kamis, 20 Agustus 2026

DAYA

PT. Duta Intidaya Tbk.

Rp 1.005
0.00%
Volume
295 lot
MA 5
1.008
MA 20
991
RSI
57.89
High
1.020
Low
925
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.67%
Support (10d)
925
Resistance (10d)
1.025
Volume Trend (10d)
+41.5%
Score
75
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
3.61 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DAYA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp925, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.025.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.005 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.156 - 1.256 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 955 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham

Di era startup teknologi dan perusahaan pertumbuhan tinggi, memberikan gaji dalam bentuk uang tunai saja dianggap "kuno". Sebagai gantinya, perusahaan menawarkan opsi saham (stock options), Restricted Stock Units (RSU), atau stock grants kepada karyawan kunci dan direksi. Ini disebut sebagai kompensasi berbasis saham (stock-based compensation/SBC). Bagi perusahaan, ini cara cerdas untuk menghemat kas dan menyelaraskan kepentingan karyawan dengan pemegang saham. Namun bagi investor saham, SBC adalah pedang bermata dua. Di satu sisi bisa mendorong pertumbuhan, di sisi lain dapat mengencerkan kepemilikan Anda secara diam-diam. Artikel ini akan membahas Rasio Pembayaran Berbasis Saham, bagaimana menghitungnya, dan mengapa Anda wajib memantaunya sebelum membeli saham sebuah emiten. Apa Itu Kompensasi Berbasis Saham (Stock Compensation)? Stock-based compensation adalah pembayaran kepada karyawan, direktur, atau konsultan dalam bentuk instrumen ekuitas (saham)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  2. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  3. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  4. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang
  5. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  6. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  7. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  8. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  9. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  10. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

TradingView Chart - DAYA