Update: Senin, 7 September 2026

DAYA

PT. Duta Intidaya Tbk.

Rp 1.115
0.00%
Volume
27 lot
MA 5
1.120
MA 20
1.062
RSI
83.87
High
1.115
Low
1.045
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.85%
Support (10d)
980
Resistance (10d)
1.315
Volume Trend (10d)
+436.4%
Score
20
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
14.36 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (83.9) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DAYA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 83.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.85%. Area support terdekat berada di sekitar Rp980, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.315.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 931 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio

Seorang investor memiliki portofolio yang sudah dibangun lima tahun lalu. Awalnya, komposisinya seimbang: 40% saham pertumbuhan, 30% saham dividen, 20% obligasi, 10% cash. Lima tahun kemudian, beberapa saham pertumbuhan naik luar biasa. Kini komposisinya berubah drastis: 70% saham pertumbuhan, 15% saham dividen, 10% obligasi, 5% cash. Investor ini tahu bahwa portofolionya sudah tidak seimbang. Ia tahu bahwa terlalu banyak konsentrasi di satu sektor meningkatkan risiko. Ia tahu bahwa sudah waktunya rebalancing—menjual sebagian saham yang sudah naik terlalu tinggi dan membeli aset yang tertinggal. Tapi ia tidak melakukan apa-apa. "Ah, nanti saja," pikirnya. "Saya sudah nyaman dengan portofolio ini. Lagi pula saham-saham ini masih bagus." Ia membiarkan portofolionya terus berjalan tanpa penyesuaian. Hingga suatu hari, sektor pertumbuhan yang sedang hype itu koreksi tajam. Portofolionya jatuh lebih...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  2. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  3. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  4. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  5. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  6. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  7. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  8. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  9. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  10. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim

TradingView Chart - DAYA