Update: Kamis, 15 Oktober 2026

FUJI

PT. Fuji Finance Indonesia Tbk.

Rp 280
-3.45%
Volume
5.860 lot
MA 5
294
MA 20
290
RSI
46.67
High
288
Low
278
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.80%
Support (10d)
278
Resistance (10d)
308
Volume Trend (10d)
-66.6%
Score
65
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
14.75 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (46.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.374 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham FUJI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp278, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp308.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 286 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 308 - 322 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 260 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?

Dalam dunia investasi saham, banyak investor terpaku pada rasio-rasio populer seperti Price to Earnings (P/E), Return on Equity (ROE), atau Debt to Equity (DER). Namun ada satu rasio yang sering luput dari perhatian, padahal ia mampu membedakan perusahaan yang sehat secara operasional dari perusahaan yang hanya "tampak" sehat di laporan laba rugi. Rasio itu adalah Working Capital Turnover (Perputaran Modal Kerja). Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mendasar: Seberapa efektif perusahaan menggunakan modal kerjanya untuk menghasilkan penjualan? Apa Itu Working Capital Turnover? Working Capital Turnover adalah rasio yang mengukur seberapa banyak pendapatan (penjualan) yang dapat dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap rupiah modal kerja yang digunakan. Rumusnya: Working Capital Turnover=Penjualan BersihModal Kerja Rata-rataWorking Capital Turnover=Modal Kerja Rata-rataPenjualan Bersih​ Sedangkan Modal Kerja (Working Capital) adalah: Modal Kerja=Aset Lancar−Liabilitas LancarModal Kerja=Aset Lancar−Liabilitas Lancar Contoh sederhana: Sebuah perusahaan memiliki penjualan tahunan Rp 100 miliar. Modal...

Artikel menarik lainnya:

  1. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  2. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  3. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  4. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  5. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  6. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  7. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  8. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  9. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  10. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham

TradingView Chart - FUJI