Update: Jumat, 5 Juni 2026

HEXA

PT. Hexindo Adiperkasa Tbk.

Rp 4.220
-1.63%
Volume
1.853 lot
MA 5
4.320
MA 20
4.418
RSI
23.64
High
4.290
Low
4.210
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.66%
Support (10d)
4.210
Resistance (10d)
4.490
Volume Trend (10d)
-11.6%
Score
35
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-6.22 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (23.6) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -339 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HEXA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.210, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.490.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.000 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin

Dalam dunia medis, kecanduan identik dengan narkoba, alkohol, atau judi. Namun, tahukah Anda bahwa trading saham secara psikologis dapat memicu mekanisme kecanduan yang hampir sama persis? Banyak investor ritel yang tidak menyadari bahwa mereka tidak lagi berinvestasi secara rasional—melainkan sedang "mengejar dopamin". Gejalanya klasik: bolak-balik membuka aplikasi trading setiap beberapa menit, merasakan euforia saat harga naik, lalu frustrasi berat saat turun, namun tetap tidak bisa berhenti. Fenomena ini dikenal dalam neurosains sebagai dopamine-driven trading addiction atau gangguan kecanduan dopamin dalam perdagangan saham. Apa Itu Dopamin dan Mengapa Berbahaya? Dopamin adalah neurotransmitter di otak yang bertanggung jawab atas rasa senang, motivasi, dan penghargaan. Secara evolusi, dopamin membuat kita ingin mengulangi perilaku yang mendatangkan keuntungan (makan, berhubungan sosial, meraih target). Namun, sistem dopamin dapat dibajak oleh reward...

Artikel menarik lainnya:

  1. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  2. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  3. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  4. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  5. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  6. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  7. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  8. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  9. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  10. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan

TradingView Chart - HEXA