Update: Jumat, 11 September 2026

HEXA

PT. Hexindo Adiperkasa Tbk.

Rp 4.460
0.00%
Volume
3.841 lot
MA 5
4.478
MA 20
4.428
RSI
73.08
High
4.470
Low
4.440
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.42%
Support (10d)
4.440
Resistance (10d)
4.520
Volume Trend (10d)
-8.8%
Score
25
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-0.22 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (73.1) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -309 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HEXA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 73.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.440, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.520.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.218 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, banyak pola reversal (pembalikan) yang terkenal seperti Double Top, Head and Shoulders, atau Triple Bottom. Namun, pola-pola tersebut seringkali membutuhkan waktu lama untuk terbentuk dan interpretasinya bisa subjektif. Joe Ross, seorang trader legendaris dan penulis buku "Trading The Ross Hook", mengembangkan pola yang jauh lebih sederhana: The 1-2-3 Pattern. Dinamakan demikian karena hanya terdiri dari tiga titik pada grafik harga, pola ini dirancang untuk mengidentifikasi momen di mana tren sedang berakhir dan akan berbalik arah. Kesederhanaannya membuat pola ini sangat populer di kalangan trader yang menginginkan sinyal reversal yang jelas dan mudah diimplementasikan. Karakteristik The 1-2-3 Pattern The 1-2-3 Pattern adalah pola reversal yang terbentuk dari tiga swing point (titik ayunan) pada grafik harga. Pola ini dapat muncul di akhir uptrend...

Artikel menarik lainnya:

  1. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  2. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  3. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  4. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  5. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  6. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  7. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  8. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  9. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  10. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem

TradingView Chart - HEXA