Update: Jumat, 22 Mei 2026

HEXA

PT. Hexindo Adiperkasa Tbk.

Rp 4.380
+0.92%
Volume
1.482 lot
MA 5
4.386
MA 20
4.460
RSI
38.24
High
4.380
Low
4.300

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.52%
Support (10d)
4.300
Resistance (10d)
4.560
Volume Trend (10d)
+82.2%
Score
15
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-0.23 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (38.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -193 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HEXA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.52%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.300, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.560.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.085 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan

Dalam dunia investasi, ada satu pertanyaan yang selalu menghantui setiap pemegang saham: "Apakah perusahaan ini masih akan tumbuh tahun depan?" Untuk perusahaan konstruksi, EPC (Engineering, Procurement, Construction), migas, dan manufaktur berat — yang pendapatannya berasal dari proyek-proyek jangka panjang — jawabannya bisa ditemukan dalam satu metrik sederhana namun sangat kuat: Order Book. Order book adalah salah satu indikator paling prospektif yang tersedia bagi investor. Ia tidak melihat ke belakang (seperti laporan laba rugi historis), tetapi ke depan. Ia menjawab pertanyaan yang lebih penting: "Apa yang sudah dipesan pelanggan untuk dikerjakan perusahaan di masa mendatang?" Apa Itu Order Book? Order Book (atau kontrak berjalan) adalah total nilai kontrak yang telah dimenangkan oleh perusahaan tetapi belum sepenuhnya dilaksanakan dan pendapatannya belum diakui. Dengan kata lain, order book...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  3. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  4. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  5. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  6. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  7. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  8. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  9. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  10. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick

TradingView Chart - HEXA