Update: Jumat, 22 Mei 2026

MAYA

PT. Bank Mayapada Internasional Tbk.

Rp 188
+0.53%
Volume
22.310 lot
MA 5
187
MA 20
196
RSI
20.83
High
194
Low
184

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.51%
Support (10d)
183
Resistance (10d)
202
Volume Trend (10d)
+22.9%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-2.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (20.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.342 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAYA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.51%. Area support terdekat berada di sekitar Rp183, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp202.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 202 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 222, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 183 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam

Dalam analisis fundamental saham, banyak rasio likuiditas yang bersifat "lunak"—mereka mengasumsikan piutang bisa ditagih dan persediaan bisa dijual dalam waktu singkat. Namun, bagi investor yang benar-benar ingin mengukur ketahanan finansial perusahaan dalam kondisi terburuk, ada satu rasio yang paling keras dan tanpa kompromi: Rasio Kas terhadap Utang Lancar. Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mematikan: "Jika semua kreditur menagih besok pagi, apakah perusahaan bisa membayar dengan uang tunai yang ada di rekening hari ini?" Artikel ini akan membahas mengapa rasio ini penting, bagaimana menginterpretasikannya, dan kapan rasio yang rendah justru bukan masalah. 1. Apa Itu Rasio Kas terhadap Utang Lancar? Rasio Kas terhadap Utang Lancar (Cash to Current Liabilities Ratio) adalah indikator paling konservatif untuk mengukur likuiditas jangka pendek. Rasio ini hanya membandingkan uang tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  2. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  3. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  4. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  5. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  6. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  7. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  8. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  9. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  10. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur

TradingView Chart - MAYA