Update: Kamis, 20 Agustus 2026

UANG

PT. Pakuan Tbk.

Rp 2.410
+1.26%
Volume
1.526 lot
MA 5
2.416
MA 20
2.392
RSI
62.34
High
2.490
Low
2.390
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.15%
Support (10d)
2.340
Resistance (10d)
2.560
Volume Trend (10d)
-62.5%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-5.49 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (62.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -33 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham UANG saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 62.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.340, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.560.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 2.560 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 2.816, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 2.340 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio

Tidak ada momen yang lebih memicu Fear of Missing Out atau FOMO di pasar saham selain saat Initial Public Offering (IPO) sebuah perusahaan meledak. Anda pasti pernah melihatnya. Sebuah perusahaan baru saja melantai di bursa. Harga perdana 200 rupiah per saham. Hari pertama, langsung naik 50 persen menjadi 300. Hari kedua, 400. Hari ketiga, 500. Media memberitakan "saham unicorn" yang melambung tinggi. Grup WhatsApp dipenuhi dengan screenshot profit. Teman Anda yang kebetulan kebagian jatah IPO sekarang tersenyum lebar. Di saat seperti itu, satu pertanyaan muncul di kepala Anda: "Kenapa saya tidak ikut?" Lalu pertanyaan berikutnya: "Apakah masih bisa beli sekarang?" Itulah FOMO. Dan dalam konteks IPO yang sedang meledak, FOMO adalah perasaan paling berbahaya yang bisa Anda miliki. Memahami Fenomena IPO Meledak Sebelum membahas bagaimana...

Artikel menarik lainnya:

  1. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  2. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  3. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  4. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  5. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  6. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  7. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  8. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  9. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  10. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas

TradingView Chart - UANG