Update: Rabu, 10 Juni 2026

ISSP

PT. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.

Rp 398
-0.50%
Volume
15.817 lot
MA 5
398
MA 20
414
RSI
40.85
High
402
Low
390
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.70%
Support (10d)
364
Resistance (10d)
430
Volume Trend (10d)
+12.5%
Score
60
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-18.44 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 888 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ISSP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp364, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp430.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 406 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 438 - 458 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 370 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah cerminan dari antusiasme dan partisipasi pelaku pasar. Ketika tren sedang berlangsung kuat, volume cenderung tinggi atau setidaknya konsisten. Namun, ada kondisi di mana volume mulai mengecil secara bertahap di akhir sebuah tren—baik tren naik maupun tren turun. Kondisi ini dikenal sebagai Ending Volume atau Volume Contraction. Ending volume adalah sinyal bahwa tren sedang kehilangan "bahan bakar". Semakin sedikit partisipasi, semakin lemah momentum. Ketika volume terus menurun sementara harga masih bergerak dalam satu arah, itu adalah peringatan bahwa tren tidak lagi didukung oleh keyakinan yang kuat—dan koreksi atau pembalikan mungkin sudah dekat. Karakteristik Ending Volume Ending volume adalah pola di mana volume perdagangan menurun secara bertahap dalam beberapa periode terakhir dari sebuah tren, sementara harga masih bergerak dalam arah yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  2. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  3. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  4. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  5. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  6. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  7. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  8. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  9. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  10. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar

TradingView Chart - ISSP