Update: Jumat, 22 Mei 2026

ISSP

PT. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.

Rp 410
+4.06%
Volume
13.074 lot
MA 5
412
MA 20
438
RSI
23.26
High
412
Low
394

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.16%
Support (10d)
386
Resistance (10d)
444
Volume Trend (10d)
+11.7%
Score
35
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-13.87 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (23.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.619 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ISSP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp386, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp444.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 367 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai

Dalam analisis teknikal saham, pola harmonic memiliki berbagai bentuk yang kompleks – Gartley, Bat, Butterfly, Crab, dan seterusnya. Namun, di balik semua kompleksitas itu, terdapat satu pola yang menjadi fondasi dari semua pola harmonic lainnya: pola AB=CD. AB=CD adalah pola harmonic yang paling sederhana dan paling mendasar. Ia merupakan "batu bata" pembangun dari pola-pola harmonic yang lebih kompleks. Seorang trader harmonic pemula wajib menguasai pola AB=CD sebelum mempelajari pola lainnya. Pola ini dinamakan AB=CD karena memiliki dua kaki (leg) yang panjangnya sama: dari A ke B dan dari C ke D, dengan hubungan Fibonacci yang spesifik di antara mereka. Pola ini mengajarkan konsep dasar tentang simetri dan rasio Fibonacci dalam pergerakan harga. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola AB=CD (baik bullish maupun...

Artikel menarik lainnya:

  1. PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang
  2. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  3. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  4. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  5. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  6. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  7. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  8. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  9. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  10. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?

TradingView Chart - ISSP