Update: Kamis, 20 Agustus 2026

ISSP

PT. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.

Rp 430
-0.92%
Volume
21.704 lot
MA 5
432
MA 20
429
RSI
50.00
High
440
Low
422
Nilai
90/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.15%
Support (10d)
422
Resistance (10d)
442
Volume Trend (10d)
-18.7%
Score
90
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
13.16 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 414 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ISSP saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp422, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp442.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 430 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 495 - 538 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 409 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak

Dalam dunia investasi saham, banyak pemula terpaku pada satu angka: laba bersih. Mereka melihat laba naik, lalu membeli. Laba turun, lalu menjual. Namun investor veteran dan para legenda seperti Warren Buffett memiliki fokus yang berbeda. Mereka tahu bahwa laba bisa dimanipulasi, direkayasa, dan diatur sedemikian rupa. Ada satu metrik yang lebih jujur, lebih sulit dimanipulasi, dan lebih mencerminkan kesehatan sebenarnya dari sebuah perusahaan. Metrik itu adalah Free Cash Flow (FCF) atau Arus Kas Bebas. Pepatah lama di Wall Street berbunyi: "Earnings are an opinion, but cash is a fact." (Laba adalah opini, tetapi uang tunai adalah fakta). Artikel ini akan membahas mengapa FCF disebut sebagai raja dalam analisis fundamental, dan bagaimana Anda sebagai investor bisa menggunakannya untuk menemukan saham-saham berkualitas. Apa Itu Free Cash Flow...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  2. Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa
  3. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  4. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  5. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  6. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  7. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  8. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  9. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  10. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham

TradingView Chart - ISSP