Update: Kamis, 20 Agustus 2026

LSIP

PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk.

Rp 1.470
+3.89%
Volume
139.826 lot
MA 5
1.418
MA 20
1.422
RSI
59.46
High
1.470
Low
1.420
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.18%
Support (10d)
1.375
Resistance (10d)
1.470
Volume Trend (10d)
-34.5%
Score
55
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
17.13 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (59.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.114 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LSIP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 59.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.18%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.375, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.470.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.470 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.617, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.375 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan

Pukul 08.55 pagi. Seorang investor bernama Andi duduk di depan ponselnya, menunggu notifikasi dari grup Telegram premium langganannya. Dua menit sebelum pasar saham dibuka, notifikasi itu datang: "SIGNAL BUY: PT XYZ – SL 3.000 – TP 4.500 – Entry sekarang!" Tanpa berpikir, tanpa membaca laporan keuangan, tanpa melihat grafik, Andi segera membuka aplikasi trading dan membeli saham tersebut di harga berapa pun yang tersedia. Ia tidak tahu bisnis perusahaan itu. Ia tidak tahu apakah harga saat ini wajar. Ia tidak tahu risiko di balik rekomendasi itu. Yang ia tahu: "admin grup katanya jago, dan banyak anggota lain yang juga beli." Inilah potret sehari-hari ribuan investor ritel di Indonesia: blind follow signal—mengikuti rekomendasi saham dari grup Telegram secara membabi buta, tanpa verifikasi, tanpa analisis, tanpa tanggung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  2. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  3. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  4. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  5. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  6. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  7. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  8. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  9. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  10. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance

TradingView Chart - LSIP