Update: Kamis, 8 Oktober 2026

MASB

PT. Bank Multiarta Sentosa Tbk.

Rp 3.120
0.00%
Volume
1 lot
MA 5
3.160
MA 20
3.253
RSI
28.57
High
3.120
Low
3.120
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.70%
Support (10d)
3.120
Resistance (10d)
3.290
Volume Trend (10d)
-19.8%
Score
30
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-7.96 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MASB saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.120, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.290.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.964 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

Anda baru saja mendapat bonus tahunan atau menjual aset senilai ratusan juta rupiah. Dana itu ingin diinvestasikan ke saham. Pertanyaan yang langsung muncul: Masukkan semua sekarang (lump sum) atau dicicil bertahap (DCA)? Perdebatan antara Lump Sum dan Dollar Cost Averaging (DCA) adalah salah satu diskusi paling klasik di dunia investasi. Kedua kubu memiliki argumen kuat. Mari bedah tuntas, sehingga Anda bisa memutuskan berdasarkan data dan profil risiko, bukan sekadar firasat. Definisi Singkat Lump Sum: Menginvestasikan seluruh dana yang tersedia sekaligus saat ini juga. DCA (Dollar Cost Averaging): Memecah dana tersebut menjadi beberapa bagian dan menginvestasikannya secara berkala (misalnya bulanan) dalam jangka waktu tertentu, terlepas dari kondisi pasar. Tinjauan Data: Apa Kata Riset? Berbagai penelitian dari lembaga keuangan ternama (termasuk Vanguard dan Fidelity) dengan jangka waktu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  2. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  3. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  4. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  5. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  6. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  7. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  8. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  9. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  10. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick

TradingView Chart - MASB