Update: Senin, 6 Juli 2026

MASB

PT. Bank Multiarta Sentosa Tbk.

Rp 3.380
-0.29%
Volume
102 lot
MA 5
3.382
MA 20
3.374
RSI
50.00
High
3.390
Low
3.370
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.58%
Support (10d)
3.250
Resistance (10d)
3.500
Volume Trend (10d)
-10.2%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
2.42 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MASB saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.58%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.250, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 3.500 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 3.850, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 3.250 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur

Dalam dunia investasi saham infrastruktur — baik itu pembangun jalan tol, jembatan, bendungan, bandara, hingga proyek EPC migas — ada satu istilah yang disebut-sebut sebagai detak jantung perusahaan. Istilah itu adalah Backlog. Jika Anda hanya mengandalkan laporan laba rugi untuk menilai saham infrastruktur, Anda seperti menilai kesehatan seseorang hanya dari foto lama. Backlog adalah cermin masa depan — ia menunjukkan pekerjaan yang sudah dipesan, kontrak yang sudah ditandatangani, dan pendapatan yang akan mengalir di tahun-tahun mendatang. Apa Itu Backlog? Backlog adalah total nilai kontrak yang telah dimenangkan dan dikontrakkan oleh perusahaan infrastruktur, namun belum dilaksanakan atau pendapatannya belum diakui. Dengan kata sederhana: Backlog adalah "gunungan pekerjaan" yang sudah pasti akan dikerjakan perusahaan. Ketika sebuah perusahaan infrastruktur memenangkan tender proyek pembangunan bandara senilai Rp 5 triliun:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  2. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  3. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  4. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  5. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  6. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  7. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  8. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  9. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  10. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham

TradingView Chart - MASB