Update: Senin, 12 Oktober 2026

RELF

PT. Graha Mitra Asia Tbk.

Rp 44
-2.22%
Volume
223.609 lot
MA 5
42
MA 20
40
RSI
60.87
High
48
Low
43
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.22%
Support (10d)
34
Resistance (10d)
48
Volume Trend (10d)
-13.5%
Score
100
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
29.41 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 974 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RELF saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp34, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp48.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 44 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 51 - 55 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 42 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik

Seorang investor membeli saham PT XYZ di harga Rp5.000. Ia memasang take profit di Rp7.500 (naik 50%). Beberapa bulan kemudian, saham tersebut naik hingga Rp10.000. Take profit di Rp7.500 sudah lama tersentuh, dan investor itu sudah menjual seluruh posisinya di harga Rp7.500. Ia senang dengan profit 50%, tetapi juga sedikit kecewa karena kehilangan potensi kenaikan hingga Rp10.000 (tambahan 33% dari harga jualnya). Investor lain, sebut saja Budi, membeli saham yang sama di harga Rp5.000. Namun Budi tidak memasang take profit tetap. Ia memasang trailing stop sebesar 15%. Ketika harga naik ke Rp6.000, stop loss-nya naik menjadi Rp5.100. Ketika harga naik ke Rp8.000, stop loss naik menjadi Rp6.800. Ketika harga naik ke Rp10.000, stop loss naik menjadi Rp8.500. Kemudian harga turun dan menyentuh Rp8.500. Budi menjual...

Artikel menarik lainnya:

  1. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  2. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  3. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  4. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  5. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  6. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  7. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  8. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  9. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  10. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu

TradingView Chart - RELF