Update: Jumat, 4 September 2026

PNBN

PT. Bank Pan Indonesia Tbk

Rp 925
+1.09%
Volume
14.566 lot
MA 5
904
MA 20
902
RSI
64.29
High
935
Low
910
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.76%
Support (10d)
885
Resistance (10d)
935
Volume Trend (10d)
+56.2%
Score
100
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
2.78 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8.253 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PNBN saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp885, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp935.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 925 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.064 - 1.156 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 879 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan teknologi yang sedang berkembang pesat. Harga saham naik 3 kali lipat dalam dua tahun. Ia merasa puas. Namun ia lupa bahwa perusahaan telah menerbitkan obligasi konversi (convertible bond) dua tahun lalu dengan rasio konversi yang menarik. Kini, dengan harga saham yang tinggi, pemegang obligasi konversi mulai mengkonversi obligasi mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak secara signifikan. Laba per saham (EPS) yang semula tampak gemilang menjadi tergerus. Harga saham pun terkoreksi. Investor itu baru sadar: ia tidak memperhitungkan potensi dilusi dari obligasi konversi. Obligasi konversi adalah instrumen hibrida yang memiliki karakteristik utang (obligasi) sekaligus memiliki fitur konversi menjadi saham. Rasio konversi adalah jantung dari fitur ini—menentukan berapa banyak saham yang akan diperoleh pemegang obligasi ketika mereka memutuskan untuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  2. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  3. Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa
  4. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  5. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  6. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  7. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  8. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  9. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  10. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa

TradingView Chart - PNBN