Update: Senin, 6 Juli 2026

PRIM

PT. Royal Prima Tbk.

Rp 90
+1.12%
Volume
32.319 lot
MA 5
90
MA 20
84
RSI
76.47
High
92
Low
88
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.66%
Support (10d)
83
Resistance (10d)
92
Volume Trend (10d)
+22.3%
Score
65
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
2.27 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (76.5) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 25.402 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PRIM saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 76.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp83, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp92.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 92 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 99 - 104 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 84 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?

Dalam investasi saham, kita sering mendengar kalimat: "Saham itu naik turun, wajar saja." Namun, tidak semua penurunan diciptakan sama. Ada perbedaan besar antara portofolio yang turun 10% lalu pulih dalam dua bulan, dengan portofolio yang turun 50% dan butuh lima tahun untuk kembali ke titik impas. Maximum Drawdown (MDD) adalah metrik yang mengukur kerugian terbesar yang pernah dialami oleh portofolio Anda dari puncak tertinggi hingga lembah terendah, sebelum akhirnya pulih kembali ke puncak sebelumnya. Artikel ini akan membahas bagaimana mengukur, menginterpretasikan, dan menggunakan MDD untuk memahami risiko portofolio saham Anda. Apa Itu Maximum Drawdown (MDD)? Secara sederhana, Maximum Drawdown adalah jawaban atas pertanyaan: "Berapa persen kerugian terburuk yang pernah saya alami jika saya membeli di puncak tertinggi dan menjual di titik terendah?" Berbeda dengan sekadar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  2. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  3. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  4. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  5. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  6. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  7. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  8. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  9. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  10. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren

TradingView Chart - PRIM