Update: Senin, 6 Juli 2026

PZZA

PT. Sarimelati Kencana Tbk.

Rp 183
-0.54%
Volume
1.184 lot
MA 5
182
MA 20
184
RSI
40.63
High
184
Low
179
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.67%
Support (10d)
164
Resistance (10d)
190
Volume Trend (10d)
-14.9%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-3.68 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.859 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PZZA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp164, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp190.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 190 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 209, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 164 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur

Dalam dunia investasi saham infrastruktur — baik itu pembangun jalan tol, jembatan, bendungan, bandara, hingga proyek EPC migas — ada satu istilah yang disebut-sebut sebagai detak jantung perusahaan. Istilah itu adalah Backlog. Jika Anda hanya mengandalkan laporan laba rugi untuk menilai saham infrastruktur, Anda seperti menilai kesehatan seseorang hanya dari foto lama. Backlog adalah cermin masa depan — ia menunjukkan pekerjaan yang sudah dipesan, kontrak yang sudah ditandatangani, dan pendapatan yang akan mengalir di tahun-tahun mendatang. Apa Itu Backlog? Backlog adalah total nilai kontrak yang telah dimenangkan dan dikontrakkan oleh perusahaan infrastruktur, namun belum dilaksanakan atau pendapatannya belum diakui. Dengan kata sederhana: Backlog adalah "gunungan pekerjaan" yang sudah pasti akan dikerjakan perusahaan. Ketika sebuah perusahaan infrastruktur memenangkan tender proyek pembangunan bandara senilai Rp 5 triliun:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  2. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  3. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  4. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  5. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  6. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  7. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  8. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  9. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  10. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci

TradingView Chart - PZZA