Update: Selasa, 18 Agustus 2026

PZZA

PT. Sarimelati Kencana Tbk.

Rp 180
-0.55%
Volume
925 lot
MA 5
182
MA 20
184
RSI
40.00
High
183
Low
179
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.66%
Support (10d)
178
Resistance (10d)
187
Volume Trend (10d)
+31.3%
Score
10
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-1.64 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -256 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PZZA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp178, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp187.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 169 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"

"Sudah saya bilang dari dulu saham ini bakal turun." "Siapa sih yang tidak tahu kalau krisis akan datang?" "Lihat kan? Saya sudah merasa aneh dengan saham itu sejak awal." Pernahkah Anda mendengar (atau bahkan mengucapkan sendiri) kalimat-kalimat seperti itu setelah suatu peristiwa pasar terjadi? Selamat, Anda sedang menyaksikan—atau mengalami—hindsight bias dalam bentuknya yang paling klasik. Apa Itu Hindsight Bias? Hindsight bias adalah kecenderungan psikologis untuk melihat suatu peristiwa yang sudah terjadi seolah-olah peristiwa tersebut mudah diprediksi sebelumnya. Dalam bahasa sederhana: setelah sesuatu terjadi, kita merasa "tahu sejak awal" bahwa hal itu akan terjadi, padahal sebelumnya kita tidak tahu apa-apa. Fenomena ini sering disebut juga sebagai "efek saya-tahu-semua" atau "bias 20/20" (mengacu pada ketajaman penglihatan setelah fakta). Di dunia saham, hindsight bias adalah musuh utama pembelajaran...

Artikel menarik lainnya:

  1. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  2. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  3. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  4. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  5. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  6. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  7. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  8. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  9. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  10. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga

TradingView Chart - PZZA