Update: Senin, 5 Oktober 2026

RGAS

PT. Kian Santang Muliatama Tbk.

Rp 90
0.00%
Volume
173.453 lot
MA 5
91
MA 20
103
RSI
26.47
High
93
Low
89
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.11%
Support (10d)
84
Resistance (10d)
108
Volume Trend (10d)
-19.3%
Score
55
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-61.21 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.5) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 24.457 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RGAS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.11%. Area support terdekat berada di sekitar Rp84, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp108.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 108 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 119, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 84 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham

Dalam dunia saham, investor sering kali terpaku pada laba bersih atau pendapatan per saham (EPS). Namun, ada dua pos penting dalam laporan keuangan yang kerap luput dari perhatian padahal sangat berdampak pada kualitas laba dan arus kas: Depresiasi dan Amortisasi. Memahami keduanya adalah keterampilan kunci untuk menilai apakah sebuah saham overvalued atau justru undervalued. 1. Depresiasi vs. Amortisasi: Apa Bedanya? Depresiasi adalah alokasi biaya perolehan aset berwujud (tangible) seperti mesin pabrik, kendaraan, gedung, dan peralatan IT. Contoh: truk logistik yang nilainya turun setiap tahun karena pemakaian. Amortisasi adalah alokasi biaya aset tidak berwujud (intangible) seperti hak paten, merek dagang, lisensi, dan perangkat lunak. Contoh: biaya akuisisi merek minuman yang diamortisasi selama 10 tahun. Keduanya adalah biaya non-kas. Artinya, perusahaan mencatatnya sebagai beban di laporan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  2. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  3. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  4. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  5. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  6. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  7. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  8. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  9. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  10. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga

TradingView Chart - RGAS