Update: Jumat, 10 Juli 2026

SATU

PT. Kota Satu Properti Tbk.

Rp 274
-0.72%
Volume
14.133 lot
MA 5
274
MA 20
274
RSI
56.52
High
276
Low
274
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.07%
Support (10d)
268
Resistance (10d)
280
Volume Trend (10d)
-31.9%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
3.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.387 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SATU saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp268, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp280.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 268, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?

Setiap investor saham percaya bahwa mereka siap menghadapi pasar yang turun. Namun kenyataannya, ketika crash benar-benar terjadi—IHSG jatuh 10% dalam sehari, atau 30% dalam sebulan—banyak yang panik dan menjual di titik terendah. Mengapa? Karena mereka tidak pernah secara sungguh-sungguh menguji bagaimana portofolio mereka akan berperilaku dalam skenario terburuk. Stress testing adalah proses simulasi untuk menjawab pertanyaan kritis: "Apa yang terjadi pada portofolio saya jika terjadi krisis seperti tahun 2008, 2013, atau 2020?" Artikel ini akan memandu Anda melakukan stress test sederhana namun efektif untuk portofolio saham Anda. Apa Itu Stress Testing Portofolio? Stress testing adalah teknik manajemen risiko yang mensimulasikan kinerja portofolio Anda di bawah kondisi pasar yang ekstrem namun masuk akal (plausible). Bedanya dengan sekadar menghitung Value at Risk (VaR) yang berbasis statistik normal:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  2. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  3. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  4. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  5. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  6. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  7. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  8. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  9. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  10. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham

TradingView Chart - SATU