Update: Selasa, 9 Juni 2026

SOSS

PT. Shield On Service Tbk.

Rp 775
0.00%
Volume
1 lot
MA 5
776
MA 20
830
RSI
7.41
High
775
Low
775
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.96%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
815
Volume Trend (10d)
-85.8%
Score
40
Win Rate (30d)
13.33 %
P/L (30d)
-6.06 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (7.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SOSS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 7.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp815.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 0, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio

Salah satu tantangan terbesar dalam investasi saham jangka panjang adalah biaya rebalancing. Setiap kali Anda menjual saham yang terlalu besar porsinya dan membeli saham yang tertinggal, Anda membayar fee broker, spread harga, dan potensi pajak. Lakukan ini terlalu sering, dan keuntungan Anda akan tergerus. Namun, ada satu strategi elegan yang sering diabaikan investor ritel: menggunakan aliran dividen sebagai alat rebalancing otomatis. Dengan pendekatan ini, Anda tidak perlu menjual aset apapun. Cukup arahkan uang dividen yang masuk ke instrumen yang porsinya sedang kurang, dan portofolio Anda perlahan kembali seimbang. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana memanfaatkan dividen untuk rebalancing, keunggulannya dibanding metode konvensional, serta panduan praktis menerapkannya di pasar saham Indonesia. Masalah dengan Rebalancing Konvensional Sebelum memahami keindahan rebalancing via dividen, mari kita lihat dulu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  2. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  3. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  4. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  5. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  6. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  7. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  8. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  9. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  10. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah

TradingView Chart - SOSS