Update: Senin, 5 Oktober 2026

SOSS

PT. ALSOK Indonesia Services Tbk.

Rp 990
-2.94%
Volume
1.971 lot
MA 5
1.116
MA 20
992
RSI
52.85
High
1.135
Low
930
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.83%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
1.385
Volume Trend (10d)
+7,148.1%
Score
75
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
17.86 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SOSS saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.385.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 990 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.139 - 1.238 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 941 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham

Seorang investor sedang membandingkan dua perusahaan farmasi. Keduanya memiliki ukuran dan pendapatan yang hampir sama. Perusahaan A melaporkan laba bersih Rp5 triliun. Perusahaan B hanya Rp3 triliun. "Jelas Perusahaan A lebih menguntungkan," pikir si investor, lalu ia membeli saham Perusahaan A. Namun setahun kemudian, Perusahaan A harus melakukan write-off besar-besaran karena proyek R&D yang dikapitalisasi selama bertahun-tahun ternyata gagal. Laba Perusahaan A anjlok, sementara Perusahaan B tetap stabil. Si investor baru sadar: Perbedaan laba yang dilaporkan bukan karena kinerja operasional berbeda, tetapi karena perbedaan perlakuan akuntansi terhadap R&D. Perusahaan A mengkapitalisasi R&D (mencatatnya sebagai aset di neraca), sehingga beban tahunan lebih kecil dan laba lebih tinggi. Perusahaan B membebankan seluruh R&D langsung (expensed), sehingga laba lebih rendah tetapi lebih konservatif. Artikel ini akan membahas secara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  2. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  3. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  4. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  5. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  6. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  7. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  8. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  9. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  10. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan

TradingView Chart - SOSS