Update: Senin, 6 Juli 2026

TAPG

PT. Triputra Agro Persada Tbk.

Rp 1.560
+0.65%
Volume
58.709 lot
MA 5
1.508
MA 20
1.471
RSI
55.70
High
1.570
Low
1.520
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.07%
Support (10d)
1.425
Resistance (10d)
1.575
Volume Trend (10d)
-53.2%
Score
70
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
5.05 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -11.909 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TAPG saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.425, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.575.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.591 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.716 - 1.794 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.451 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?

Dalam laporan keuangan emiten, investor sering melihat laba anak usaha yang dikonsolidasi secara penuh. Namun, ada kategori investasi yang tidak masuk ke dalam konsolidasi: anak perusahaan yang tidak terkonsolidasi. Istilah ini merujuk pada entitas di mana perusahaan induk memiliki pengaruh signifikan (20-50% kepemilikan) atau kurang, sehingga dicatat dengan metode ekuitas (equity method) atau sebagai aset keuangan biasa. Memahami pos ini penting karena bisa menjadi sumber laba tersembunyi yang tidak tercermin dalam pendapatan operasional, sekaligus potensi jebakan jika tidak dianalisis dengan benar. 1. Mengapa Anak Perusahaan Tidak Dikonsolidasi? Aturan akuntansi (PSAK/IFRS) menyatakan bahwa konsolidasi hanya wajib jika induk memiliki pengendalian (biasanya >50% saham). Jika kepemilikan antara 20-50%, biasanya dicatat dengan metode ekuitas. Jika kurang dari 20%, dicatat sebagai aset keuangan (instrumen ekuitas) dengan nilai wajar atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  2. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  3. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  4. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  5. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  6. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  7. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  8. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  9. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  10. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang

TradingView Chart - TAPG