Update: Jumat, 21 Agustus 2026

TAPG

PT. Triputra Agro Persada Tbk.

Rp 1.960
+2.35%
Volume
305.471 lot
MA 5
1.865
MA 20
1.812
RSI
72.34
High
1.980
Low
1.910
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.52%
Support (10d)
1.715
Resistance (10d)
1.980
Volume Trend (10d)
+30.1%
Score
55
Win Rate (30d)
63.33 %
P/L (30d)
27.27 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (72.3) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -13.910 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TAPG saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 72.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.52%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.715, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.980.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.980 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 2.178, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.715 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya

Dalam dunia investasi saham, utang adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, utang bisa mempercepat ekspansi dan meningkatkan return bagi pemegang saham (efek leverage). Di sisi lain, utang yang berlebihan bisa menjadi batu sandungan yang mengahancurkan perusahaan saat ekonomi memburuk. Pertanyaan kritis bagi investor adalah: Seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan kemampuannya menghasilkan laba? Jawabannya terletak pada rasio Net Debt to EBITDA. Rasio ini adalah salah satu metrik paling populer di kalangan analis kredit, manajer investasi, dan investor value untuk menilai beban utang sebuah perusahaan secara lebih realistis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Net Debt to EBITDA, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam analisis saham. Apa Itu Net Debt to EBITDA? Net Debt to EBITDA adalah rasio yang mengukur berapa...

Artikel menarik lainnya:

  1. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  2. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  3. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  4. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  5. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  6. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  7. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  8. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  9. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  10. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout

TradingView Chart - TAPG